A Life Less Ordinary

“Life is like a taxi. The meter just keeps a-ticking whether you are getting somewhere or just standing still. Here are some stories where the meter keeps ticking…ad ticking…and ticking…”

A Life Less Ordinary header image 1

Catatan Beberes Kamar

September 25th, 2009 · Tak Berkategori

piringan-hitam

Thursday, September 24, 2009

Whatta day!
This was definitely an exhausting one… however, I still have the feeling to write.
Maybe because today was a blast.
The longing has come to an end, and hopefully it will start as a new beginning.

Let’s talk about that later.
By the end of this day, I finally manage to continue dustin’ my room.
Yaaah, nggak beberes-beberes amat sih, cuman nyusun CD-CD yang ada dalam satu laci di meja kerja. However, it was interesting to realize what had been my interest for all this time.

Awalnya saya agak bingung gimana cara nyusun begitu banyak CD ke dalam satu laci… bisa sih disusun begitu aja, but naaaaaaah! I hafta do something different. Barangkali emang jiwa seninya lagi keluar, jadi saya mau semua diatur dalam ketinggian yang beda-beda…

So, I finally categorized all the albums: laki, pereu, barat, lokal, kompilasi… yaah kira-kira seperti itu lah… and now, let’s get started.

Ternyata saya termasuk yang sabar nunggu sampai album greatest hits dari seorang penyanyi keluar… David Foster, Alicia Keys, Chaka Khan, Rod Stewart, Norah Jones, Boney M [hmm..], sampai Karya Apik SLANK [...sigh]. Lebih nguntungin kali ya, punya semua lagu yang saya suka dalam satu album greatest hits, daripada koleksi 3 atau 4 album dari penyanyi yang sama

Nevertheless, tetep aja kadang suka laper mata…
Ada album Britney Spears yang saya beli cuman karena single ‘Gimme More’… Ada juga, yang saya sumputin di pojok kiri belakang laci, 1 album Ricky Martin…yap Ricky Martin!! Why…oh why…

Going to the male section, nuansanya adalah album-album yang lebih menciptakan suasana kontemplasi, bunuh diri atau sekedar garuk-garuk aspal… But I’m proud of this collection… 2 Jack Johnson Albums, Alejandro Sanz, John Legend, Phil Perry, Michael Franks, David Benoit, Jamie Cullum, Al Jarreau… kurang spekta gimana coba? In addition, saya juga punya kompilasi Jazz Club, Happy Jazz Tones, Ultimate Jazz, Beauty and Jazz, Sweet Jazz, Fabulous Female Jazz, Time to Jazz, Legendary Best Rock dan Buddha-Bar… nic,e huh? Itu buat Barat… buat laki Indonesia-nya? Surprise, surprise!!!
NONE!

,,,
Well… okay, ada satu ……………… Delon [@#&$!*@#)%^$ what was I thinking?!?]

Eeiittts, tunggu dulu… eng ing eng!
Ternyata, saya juga punya album perdana KD, yang di covernya dia berbalutkan daun-daun kering, jamannya masih belum tanem silikon [ups...]. Beli apa dikasih orang ya? [denial...gak mau ngaku pernah beli]

[sigh...........stop humiliating yourself please...]
Let’s just say that… I have a various taste of music!

I believe life imitates music and it really amazes me to see how it really happens on mine…

→ 3 CommentsTags:

Lebaran dan Tradisinya

September 19th, 2009 · Tak Berkategori

ketupat2

Sebulan lebih nggak ngapel ke sini bukan berarti nggak sayang dengan my youngest baby-blog.

Anyway, Pa kabar sih d’bloggers? Is there still such a thing called “blogger” now? Bukannya semua udah pada lebih seneng ber-microblogging ya? ;-)

Eniwei, Jum’at kemarin jadi hari terakhir masuk kantor sebelum libur Lebaran.

Jadi seperti biasa, di hari itu orang-orang kantor menghabiskan 2 jam terakhir cuma buat mendatangi dan didatangi, untuk minimal salam-salaman. Email kantor juga langsung penuh sama notifikasi “on leave” disertai ucapan “Selamat Lebaran” yang statusnya reply-to-all.

So then I wondered.

Agak bias ya, apa yang saya lakuin kemarin ini adalah beneran tradisi, cuma template, atau sekedar ikut memeriahkan. Which then it leads to another thought.

Sekarang bilang maaf gampang banged ya. Nggak perlu dengan embel-embel tulus atau nggak. Toh minimal abis itu dimaafin; masalah kesalahannya dilupain atau nggak urusan belakangan. Nah, jadi nanti kalau bikin salah lagi, tinggal ulangi rutinitas yang sama. Gampang kan?

Hehehehe….

Saya sendiri bukan tipe orang yang agamis atau bermoral tinggi kok.

Jadi apapun jawabannya, saya tetap melakukannya anyway.

At least itu membuat saya kelihatan cukup sibuk di jam-jam terakhir kerja kemarin.. Hehehehe…

Nah, berhubung saya mau menghilang untuk waktu yang agak lama, jadi ijinkan saya mengikuti tradisi itu hari ini yaaaa….

SELAMAT LEBARAN!!!

Minal Aidin Walfaidzin,

Maaf Lahir Batin!

:)

→ No CommentsTags:

and the mellow remains…

Agustus 18th, 2009 · curhat

refraction

Hoho.
Cukup banyak juga yang komplain dengan playlist saya kalo lagi sendu. Maklum, kalo kondisi hati kurang stabil, khasanah lagu yang keluar adalah seputar genre Endang S Taurina, Ratih Purwasih, Dian Pisesha dan Nia Daniaty. Dalam versi yang lebih populer dan masa kini tentunya.


Eniwei. Kondisi hati sekarang sudah cukup membaik, if anyone wonder, hoho. Tapi… rasanya kok belum tepat ya untuk menyudahi masa idah ini. Jadi, mari DJ, putarkan lagunya!

Dewi Sandra “Kapan Lagi Bilang I Love You”

*Kau pernah bilang aku
Setengah matimu mengejar cintaku
Tapi sekarang kamu bukanlah kekasih yang ku kenal dulu
Kau berubah semakin jauh
Sudah tak mencintaiku lagi

Reff :
Kapan lagi kau puji diriku
Seperti saat engkau mengejarku
Kapan lagi kau bilang I love you
I love you yang seperti dulu
Yang dari hatimu

repeat *

Kapan lagi kau puji diriku
Seperti saat engkau mengejarku
Kapan lagi kau bilang I love you
I love you yang seperti dulu

*melirik-lirik saksi hidup*

→ 11 CommentsTags:

Call Me Mellow [Tears for Fears]

Agustus 17th, 2009 · Tak Berkategori

WARNING :
This is a pointless article, just a confession of a mellow mind. It also has nothing to do with the single from Tears for Fears, it’s just because the title fits the whole thing…


tears for fears

One week before Ramadhan, and it has been a very very busy week…
It started with plenty things to do, and will last more or less the same.
Exhausted, body and soul, I cannot even have the chance to get proper rest.
[......mmm nggak segitunya juga sih. Maklum, suka ngelebih-lebihin sesuatu biar keliatan fenomenal...]

Parahnya, kalo udah gini, sensitifnya keluar.
Oh-oh, this is NOT good…
di saat-saat seperti ini biasanya jadi gampang banget reminiscing ke hal-hal yang nggak penting, especially if it has something to do with the past.

***

Semuanya dimulai waktu salah satu stasiun radio anak muda Jakarta (baca: Hard Rock FM) lagi muter lagu If You’re Not The One-nya Daniel Beddingfield [lame...sigh]. Harusnya sih nggak kenapa-napa yaaa, tapi dasar penyiarnya jago banget, sukses bikin orang yang denger [count me in] merhatiin ulang lirik per liriknya, which was damn good.
[...if I’m not made for you, then why does my heart tell me that I am – this is the best part, yang dulu sempet bikin saya menggaruk-garuk bumi dengan pertanyaan-pertanyaan ‘KENAPAAAA?’mmm... jangan divisualisasikan di kepala ya?]

Dunno why, tapi mungkin emang karena mood-nya lagi di bawah permukaan bumi… Biasanya kalo udah gini, isi Winamp di Laptop adalah lagu-lagu yang tentunya sukses bikin orang remuk redam-patah semangat-terus bunuh diri…


The playlist continued with…

Never wanna wake up from this night
Never wanna leave this moment
Waiting for you, only you…
Never gonna forget every single thing you do

When loving you is my finest hour

Leaving you is the hardest day of my life…
[ The Corrs ‘Hardest Day of My Life’ ]
Anjrit, dulu lagu ini sempet jadi jawara di tangga lagu hati (najeeeez bahasanya)… dulu lho, tapi emang lagi reminiscing kan?


…masihkah aku diinginkan, masihkah aku didambakan,
masih ada waktu untukmu, bersamamu akankah kujalani hidup

[ KD ‘Cobalah Untuk Setia... ]

Sumpah basi…, tapi gimana dong? Kronis sih…
And the journey continued…

Coz there is something in the way you look at me…
It’s as if my heart knows you’re the missing piece…
You made me believe that there’s nothing in this world I can’t be
I never know what you see, but there’s something in the way you look at me…

[ Christian Bautista ‘The Way You Look At Me’ ]

Sial, makhluk Filipina ini muncul dengan lagu yang terlalu menghujam ulu hati di saat yang salah… damn.
Lanjut? …yuuwk, mari.

It’s been so lonely without you here
Like a bird without a song
Nothing can stop this lonely tears from falling
Tell me baby, where did I go wrong…

[ Sinead O'Connor ‘Nothing Compares to You’ ]

Tidaaaaaaaak! Intronya aja udah bikin hati teriris-iris tipis kayak dendeng…
Sineaaaaad, I’m gonna kill you for this!!! This song is just too perfect!!!
Efeknya lumayan parah, suka membuat perasaan-perasaan minor lain – yang biasanya tidur – terbangun dan minta diperhatiin…

Mungkinkah kembali s’gala rasa yang tlah hilang
Walau hati kecilmu masih mencintaiku…
Tak ingin kubertahan, meski kadang mendendam,
Akankah kau bahagia, jika cinta tak ada untuk dirimu lagi
[ Marcell ‘Mendendam’ ]
Halaaaah… penting beneeerrr ya lagunya.
Some parts of the lyrics fit the whole situation, damn!
Silahkan lho, digaruk-garuk aspalnya kalo udah berasa perlu… while I finish this horrible playlist…

To see you when I wake up is a gift I didn’t think could be real
To know that you feel the same, as I do, is a Three-fold utopian dream
You did something to me that I can’t explain
So would I be out of line

If I said, I Miss You

[ Incubus ‘I Miss You’ ]


Sial, it’s not easy to admit that you’re missing someone.
Apalagi kalo kita ada di posisi dimana orang itu mungkin sama sekali gak kangen sama kita… Darn!
Teringat kembali curhat berdarah saya dengan seorang teman baik beberapa bulan yang lalu,

Me:    “Have u ever missed someone and felt terrible,because u think that they don’t miss u?
Him : Missing someone is terrible but at the same time, it’s a sweet feeling…”

‘KENAPAAAA?’ (tuh kan, muncul lagi…)
Sudahlah, I’m burying myself with this sweet feeling.
Ulang lagi aaaah playlist-nya… (ambil posisi siap menggaruk bumi)


sigh

[Oh ya, sebelum timbul asumsi-asumsi menyakitkan dari tulisan ini, perlu diketahui bahwa tulisan ini dibuat tanpa bermaksud menyentil atau membuat Ge-eR siapapun... jadi kalo ada kesamaan dalam tema atau peristiwa, sumpah, itu adalah suatu kebetulan semata...mudah-mudahan]

→ 2 CommentsTags:

Anak Jiwa

Agustus 16th, 2009 · Tak Berkategori

blow-your-soul

Setiap karya adalah anak jiwa.

Dan pada malam ini, aku baru saja “melahirkan bayi” ke-enamku bernama SASSY FEMME.

Melalu blog ini, aku mengamati kehidupan, mempertanyakan tentang segala hal yang bernama “kebetulan”.
Menari, tertawa, bahkan meledak, dan mencapai orgasme dalam tulisan.

Tulisan tentang diriku, tentang hidupku, sisi terkelam yang aku tidak ingin orang tahu.

Ya, semua tentang aku, wanita dua-puluh-delapan-tahun yang terbungkus norma dan aturan manusia modern.
Yang terselip di antara angkuhnya peradaban kota Banda Aceh.
Yang berenang di lautan gaya hidup kosmopolitan.

→ 5 CommentsTags: